Iklan Kiri
Thumbnail Materi
Deret Angka (Pola Bilangan) Dipublikasikan: 03 Sep 2026

Materi TIU: Kemampuan Numerik (Deret Angka (Pola Bilangan))

Slot Iklan Bawah Judul

Kunci utama dalam menaklukkan soal deret bukanlah seberapa pintar Anda berhitung, melainkan seberapa cepat mata dan otak Anda mengenali jenis lompatan (larik) dan jenis operasi dari deretan angka yang disajikan.

1.    Jenis Pola Larik (Lompatan Angka)

Soal deret CPNS sangat jarang menggunakan pola lurus berurutan. Anda wajib mengenali 3 jenis formasi larik ini:

·         Larik 1 (Lurus Berurutan): Pola berlaku dari suku ke-1, ke-2, ke-3, dan seterusnya.

o   Contoh: 2, 4, 6, 8, 10 (Pola: selalu +2)

·         Larik 2 (Lompat 1 Angka - Paling Sering Keluar!): Pola melompati satu angka. Suku ganjil (1, 3, 5) memiliki polanya sendiri, dan suku genap (2, 4, 6) memiliki polanya sendiri.

o   Ciri khas: Angka tampak naik-turun atau tidak beraturan secara langsung.

o   Contoh: 10, 50, 12, 45, 14, 40 (Pola 1: 10 ke 12 ke 14 = +2. Pola 2: 50 ke 45 ke 40 = -5).

·         Larik 3 (Lompat 2 Angka): Pola melompati dua angka. Biasanya deret yang disajikan sangat panjang (lebih dari 7 angka).

2.    Jenis Operasi Hitung pada Deret

·         Aritmatika Dasar: Penjumlahan (+), Pengurangan (-), Perkalian (x), Pembagian (/).

·         Kombinasi Operasi: Dua operasi yang berulang secara teratur pada satu larik.

o   Contoh: 3, 6, 5, 10, 9, 18 (Pola: x2, -1, x2, -1, x2).

·         Pola Pangkat dan Akar: Sangat sering menjebak peserta yang mencoba menghitung selisih manual.

o   Contoh Pangkat 2: 1, 4, 9, 16, 25, 36, 49.

o   Contoh Pangkat 3: 1, 8, 27, 64, 125.

3.    Pola Khusus (Wajib Dikenali)

·         Pola Tingkat (Bertingkat): Anda tidak akan menemukan pola tetap pada selisih pertama. Anda harus mencari selisih dari selisih tersebut (tingkat 2 atau tingkat 3).

o   Contoh: 2, 4, 7, 11, 16 (Selisih tingkat 1: +2, +3, +4, +5. Selisih tingkat 2: selalu +1).

·         Pola Fibonacci: Angka berikutnya adalah hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya.

o   Contoh: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21 (1+1=2, 1+2=3, 2+3=5, dst).

4.    Deret Huruf

Hakikatnya sama persis dengan deret angka, hanya saja disajikan dalam bentuk alfabet.

·         Konversi Dasar: A=1, B=2, C=3, ... Z=26.

·         Trik: Sebelum ujian dimulai, langsung tulis alfabet A-Z beserta angka 1-26 di bawahnya pada kertas buram Anda. Ini akan menghemat waktu berpikir hingga 50% saat soal deret huruf muncul.

5.    Tips Emas Mendalami Deret Angka

·         Analisis Kenaikan/Penurunan (Jurus Pandangan Pertama)

Saat melihat deret, jangan langsung menghitung. Lihat tren perubahannya secara keseluruhan:

o   Jika angka naik secara perlahan (misal: 10, 15, 21, 28), itu pasti operasi Penjumlahan (+).

o   Jika angka naik secara drastis/ekstrem di ujung deret (misal: 2, 6, 24, 120), itu pasti operasi Perkalian (x) atau Pangkat.

o   Jika angka naik-turun (fluaktif, misal: 10, 5, 15, 10, 20), kemungkinan terbesarnya adalah Larik 2 (lompat 1 angka) atau pola operasi kombinasi (+ dan -).

·         Jangan Terjebak di Dua Angka Pertama

Jika Anda tidak menemukan pola dari suku ke-1 ke suku ke-2, tinggalkan. Langsung lompat lihat selisih di deret bagian tengah atau bagian akhir. Seringkali, pembuat soal sengaja menaruh angka yang ambigu di awal untuk membuang waktu peserta.

·         Hafalkan Bilangan Kuadrat (1-20) dan Kubik (1-10)

Banyak peserta gagal melihat pola 169, 196, 225 karena mencoba mencari selisih tambahannya (+27, +29). Padahal, jika Anda hafal di luar kepala, Anda langsung tahu itu adalah deret dari  Hafalan ini adalah senjata mutlak berhitung cepat di TIU.

🔥 Ingin Akses Ribuan Soal & Materi Premium?

Materi di atas hanyalah sebagian kecil. Daftar sekarang untuk mengakses Tryout CAT berbasis waktu nyata, analisis kelemahan, dan pembahasan lengkap!

DAFTAR AKUN GRATIS SEKARANG
Iklan AdSense (Kotak)
Slot Iklan Bawah Konten
Iklan Kanan