Iklan Kiri
Thumbnail Materi
Ejaan dan Tata Bahasa (PUEBI/EYD) Dipublikasikan: 26 Aug 2026

Materi TWK: Bahasa Indonesia (Ejaan dan Tata Bahasa (PUEBI/EYD))

Slot Iklan Bawah Judul

1.    Penggunaan Huruf Kapital

Ini adalah materi yang pasti keluar dan memiliki banyak jebakan pengecualian. Anda harus ingat aturan dasar berikut:

·         Gelar Kehormatan/Jabatan/Akademik: Huruf kapital HANYA dipakai jika diikuti nama orang atau nama instansi.

o   Benar: Kemarin Presiden Joko Widodo melantik menteri baru.

o   Benar: Ia baru saja diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan.

o   Salah: Cita-citanya adalah menjadi seorang Presiden. (Seharusnya huruf kecil: presiden).

·         Nama Geografi: Huruf kapital dipakai jika menunjuk pada lokasi spesifik di peta.

o   Benar: Kami menyeberangi Selat Sunda. (Lokasi spesifik).

o   Salah: Adik suka berenang di Sungai. (Seharusnya: sungai).

·         Pengecualian Geografi (Nama Jenis): Ini jebakan CPNS paling sering! Jika nama geografi dipakai sebagai nama jenis (bukan penunjuk lokasi), huruf awalnya ditulis kecil.

o   Benar: Ibu membeli gula jawa, jeruk bali, dan kunci inggris.

2.    Penulisan Kata Depan vs. Imbuhan ("di-" dan "ke-")

Banyak peserta salah membedakan kapan "di" dan "ke" harus disambung atau dipisah dengan kata setelahnya.

·         Dipisah (Sebagai Kata Depan): Jika kata setelahnya menunjukkan TEMPAT, ARAH, atau LOKASI.

o   Contoh: di rumah, di pasar, di atas, ke kantor, ke luar negeri, di mana.

·         Disambung (Sebagai Imbuhan/Awalan): Jika kata setelahnya adalah KATA KERJA (biasanya kata kerja pasif).

o   Contoh: dimakan, dipukul, dijual, dikelola, kekasih, kehendak.

3.    Penggunaan Tanda Baca Koma ( , )

Fokuslah pada 3 aturan baku penggunaan tanda koma yang paling sering diuji dalam soal struktur kalimat:

·         Pemerincian: Koma wajib dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian yang lebih dari dua, termasuk sebelum kata "dan".

o   Benar: Ibu membeli apel, mangga, dan jeruk. (Koma sebelum 'dan' itu WAJIB).

·         Konjungsi Pertentangan: Koma wajib diletakkan SEBELUM kata tetapi, melainkan, sedangkan.

o   Benar: Ia ingin kuliah, tetapi tidak ada biaya.

o   Salah: Ia ingin kuliah tetapi, tidak ada biaya.

·         Pemisah Anak Kalimat: Koma wajib dipakai jika Anak Kalimat MENDAHULUI Induk Kalimat (biasanya ditandai dengan kata hubung di awal kalimat seperti karena, jika, saat, walaupun).

o   Benar: Karena bangun kesiangan, dia terlambat datang ke kantor.

o   Benar (Tanpa Koma): Dia terlambat datang ke kantor karena bangun kesiangan. (Jika induk di depan, tidak perlu koma).

4.    Kata Baku dan Tidak Baku

Ini adalah area hafalan kosakata. Berikut adalah daftar "Top Hits" kata baku yang paling sering keluar mengecoh peserta CPNS:

·         Apotek (BUKAN Apotik)

·         Praktik (BUKAN Praktik)

·         Nasihat (BUKAN Nasehat)

·         Sistem (BUKAN Sistim)

·         Risiko (BUKAN Resiko)

·         Karier (BUKAN Karir)

·         Detail (BUKAN Detil)

·         Antre (BUKAN Antri)

·         Izin (BUKAN Ijin)

·         Utang (BUKAN Hutang)

·         Zaman (BUKAN Jaman)

·         Kualitas (BUKAN Kwalitas)

·         Aktivitas (BUKAN Aktifitas) -> Tetapi kata dasarnya adalah "Aktif" (pakai F).

5.    Tips Emas Mendalami Materi Ejaan & Tata Bahasa

·         Rumus Cepat Membedakan "di-" (Dipisah vs Disambung)

Jika Anda ragu apakah suatu kata yang berawalan "di" harus disambung atau dipisah, ubahlah kata tersebut menjadi bentuk aktif menggunakan awalan "me-".

o   Kasus: dimakan -> bisa diubah jadi memakan. (Maka penulisannya harus disambung).

o   Kasus: di pasar -> tidak bisa diubah jadi memasar. (Maka penulisannya harus dipisah).

o   Jebakan: "di luar" -> tidak bisa menjadi "meluar", jadi dipisah. "dikelola" -> bisa menjadi "mengelola", jadi disambung.

·         Rumus Pengecualian Nama Geografi (Nama Jenis)

Cara membedakan apakah kata geografi itu menunjuk tempat atau nama jenis adalah dengan bertanya: "Apakah benda ini bisa diproduksi di tempat lain?"

o   Jeruk bali: Bisa ditanam dan berbuah di Jakarta. (Maka "bali" di sini adalah jenis, ditulis huruf kecil: jeruk bali).

o   Kain Sengkang: Hanya bisa disebut Kain Sengkang jika berasal dari daerah Sengkang. (Maka "Sengkang" menunjukkan geografi spesifik, ditulis huruf kapital).

o   Gula jawa: Bisa dibuat di Sumatera. (Ditulis kecil: gula jawa).

·         Hafalkan Kata Baku dari Vokal Penyakit (E vs I) dan (U vs O)

Banyak kata baku di Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa asing (Belanda/Inggris) atau Sanskerta.

o   Penyakit "E vs I": Ingat bahwa bahasa Indonesia yang baku lebih menyukai vokal kuat "E" daripada "I" pada beberapa kata serapan. Ingat: ApotEk, PraktEk (Salah) -> PraktIk (Benar - serapan dari Practice), AntrE.

o   Khusus Praktik dan Apotek, jika diberi imbuhan akan menjadi: Praktikum (bukan praktekum), dan Apoteker (bukan apotikir). Logika ini sangat membantu saat Anda lupa!

🔥 Ingin Akses Ribuan Soal & Materi Premium?

Materi di atas hanyalah sebagian kecil. Daftar sekarang untuk mengakses Tryout CAT berbasis waktu nyata, analisis kelemahan, dan pembahasan lengkap!

DAFTAR AKUN GRATIS SEKARANG
Iklan AdSense (Kotak)
Slot Iklan Bawah Konten
Iklan Kanan