Mempelajari tokoh bangsa sebagai teladan integritas bertujuan mengaitkan keteladanan sejarah dengan 9 Nilai Dasar Antikorupsi KPK. Dalam soal TWK HOTS, Anda akan disajikan kisah nyata beberapa tokoh-tokoh untuk diidentifikasi nilai integritas apa yang sedang mereka praktikkan.
1. Mohammad Hatta (Bung Hatta)
Bung Hatta adalah simbol Kesederhanaan dan Kejujuran. Ia menolak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya.
· Kisah Sepatu Bally: Hingga akhir hayatnya, Bung Hatta tidak mampu membeli sepatu merek Bally impiannya karena ia tidak pernah mau mengkhianati gajinya yang pas-pasan demi memuaskan keinginan pribadi. Guntingan iklan sepatu tersebut hanya ia simpan di dalam buku hariannya.
· Pemotongan Uang Negara: Saat kebijakan Sanering (pemotongan nilai uang) diberlakukan, ia merahasiakan kebijakan negara tersebut dari istrinya sendiri, meskipun istrinya sedang menabung untuk membeli mesin jahit. Hatta memilih istrinya merugi daripada membocorkan rahasia negara.
2. Jenderal Hoegeng Iman Santoso
Hoegeng sering dijadikan benchmark untuk nilai Berani, Jujur, dan Anti-Benturan Kepentingan di instansi penegak hukum.
· Menutup Toko Bunga Istri: Saat diangkat menjadi Kepala Jawatan Imigrasi, Hoegeng meminta istrinya menutup toko bunga miliknya agar tidak ada pihak-pihak yang sengaja memborong bunga sekadar untuk menyuap dan mencari muka kepadanya.
· Menolak Suap Cukong: Ia menunda pengosongan rumah dinas dan menolak perabotan mewah dari pengusaha cukong judi yang berusaha menyuapnya. Barang-barang suap tersebut ia keluarkan dan ia letakkan di pinggir jalan.
3. Baharuddin Lopa
Sosok Jaksa Agung yang menjadi ikon Keadilan, Kedisiplinan, dan Integritas Harga Mati. Lopa sangat keras terhadap penggunaan aset negara.
· Bensin Mobil Dinas: Lopa pernah mencatat meteran bensin mobil dinasnya dan mengganti uang bensin menggunakan uang pribadi karena mobil tersebut sempat dipakai keluar dari rute dinas oleh sopirnya untuk keperluan yang tidak terkait pekerjaan.
· Menolak Parsel: Ia secara konsisten mengembalikan segala bentuk parsel Lebaran atau hadiah dari pejabat daerah, dan melarang keluarganya menyentuh barang-barang tersebut karena ia menganggapnya sebagai embrio gratifikasi.
4. Haji Agus Salim
Tokoh diplomat ulung yang merepresentasikan nilai Sederhana dan Kerja Keras.
· Leiden is Lijden (Memimpin adalah Menderita): Meskipun berstatus sebagai pahlawan dan diplomat kelas dunia, Agus Salim menolak hidup bermewah-mewahan dan sering berpindah-pindah rumah kontrakan yang bocor demi mempertahankan idealisme perjuangannya tanpa membebani kas negara.
5. Tips Emas Mendalami Keteladanan Tokoh Bangsa
· Petakan Kisah ke 9 Nilai KPK
Soal tidak akan menanyakan "Siapa nama tokoh yang menutup toko bunga?". Soal akan berbunyi: "Tindakan Jenderal Hoegeng menutup toko bunga istrinya mencerminkan perwujudan nilai integritas, yaitu..."
o Jawaban yang tepat adalah menghindari Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) dan menegakkan nilai Jujur/Sederhana.
· Fokus pada Pemisahan Hak Pribadi dan Fasilitas Negara
Hampir semua tokoh integritas di atas memiliki benang merah yang sama: Mereka sangat ketat memisahkan harta pribadi dengan aset negara. Jika ada soal studi kasus di mana Anda sebagai ASN menemukan fasilitas kantor digunakan untuk kepentingan pribadi, jadikan sikap Lopa atau Hatta sebagai pedoman utama Anda untuk menjawab (menolak dan menegur).
· Hafalkan Kata Kunci Karakteristik
o Hatta: Rahasia negara, sepatu Bally, mesin jahit (Integritas, Sederhana).
o Hoegeng: Toko bunga, menolak perabotan, polisi lalu lintas (Benturan Kepentingan, Jujur, Berani).
o Lopa: Bensin mobil dinas, menolak parsel (Disiplin, Adil, Anti-Gratifikasi).
Materi di atas hanyalah sebagian kecil. Daftar sekarang untuk mengakses Tryout CAT berbasis waktu nyata, analisis kelemahan, dan pembahasan lengkap!
DAFTAR AKUN GRATIS SEKARANG